Uncategorized

Era Baru, Harapan Baru

Persib_logoSENIN (14/3/2016) ini, Persib tepat berulang tahun ke-83. Namun, suasana ulang tahun kali ini memang jelas jauh berbeda dengan sebelumnya.

Tahun lalu, HUT Persib masih dihiasi euforia keberhasilan menjadi juara Liga Super Indonesia 2014, gelar yang menyudahi penantian panjang 19 tahun tanpa prestasi. Tahun lalu, ulang tahun diwarnai semangat besar mengejar prestasi di kancah Asia karena saat itu Maung Bandung sedang berlaga di Piala AFC.

Tahun lalu juga, tim Persib masih diperkuat oleh para pemain senior seperti Firman Utina dan kawan-kawan yang berperan besar dalam kesuksesan merajai Indonesia. Tahun lalu juga, Persib masih dipimpin legenda hidup klub, Djadjang Nurdjaman. Sekarang, optimisme itu dirajut melalui regenerasi dan perombakan besar-besaran komposisi skuad. Nakhoda timpun berganti seiring kepergian Djadjang Nurdjaman menuntut ilmu ke Italia.

Pro kontra adalah hal lumrah dalam merespons sebuah perubahan. Sah-sah saja ada pendapat minor yang menyertai perombakan tim hingga pelatih ini. Ada yang mempertanyakan kebijakan manajemen memilih seorang pelatih asing, yakni Dejan Antonic untuk memimpin Persib. Padahal, sejarah perjalanan Persib di era profesional nyata-nyata menunjukkan kalau tidak ada satupun pelatih asing yang sanggup mengantarkan Maung Bandung menjadi juara atau sekadar berada di level atas sepak bola Indonesia.

Dua gelar juara Persib di kasta tertingi kompetisi domestik dipersembahkan oleh dua pelatih lokal, yakni Indra Thohir (1995) dan pemain bintang Persib era perserikatan Djadajang Nurdjaman (2014). Opini minor lainya menyoal pemilihan skuad. Dejan Antonic yang merupakan eks pelatih Arema Indonesia (IPL) dan Pelita Bandung Raya (PBR) dianggap mem-PBR kan juga meng-Aremakan Persib lantaran memboyong empat eks PBR plus dua mantan pemain Arema ke dalam tim Persib.

Kebijakan pelatih asal Serbia itu dalam perekrutan pemain juga dinilai membuat Persib Bandung yang merupakan tim kebanggaan rakyat Jabar justru lebih banyak dihuni para pemain luar Jabar. Kebijakan Dejan ini jauh bertolak belakang dengan misi pelatih sebelumnya, yakni Djadjang Nurdjaman yang justru ingin “ngaBandungkeun” Persib dengan memasukkan para pemain-pemain lokal seperti Dedi Kusnandar, Dias Angga Putra, dan Yandi Sofyan untuk melanjutkan prestasi Persib setelah juara LSI.

Pasalnya sebagai bagian dari perjalanan panjang Persib, Djadjang sadar benar, keberhasilan era emas Maung Bandung masa lalu juga menunjukkan kalau kesuksesan meraih juara dengan pemain lokal binaan internal sebagai komposisi mayoritas niscaya jauh lebih membanggakan ketimbang taburan pemain impor dari luar daerah maupun luar negeri. Tapi sudahlah, beda pelatih, beda gaya, beda kebijakan. Satu hal yang bisa kita tangkap dari para pelatih adalah kesamaan tekad kuat untuk mempersembahkan prestasi demi prestasi buat Persib Bandung dengan caranya masing-masing.

Di tengah pro kontra yang mengiringinya, Dejan Antonic juga membawa energi besar untuk membawa tim baru Maung Bandung menuju sebuah era baru tanpa melupakan sejarah hebat yang sudah dibuat oleh para pelatih pendahulu. Situasi yang dialami Dejan saat ini tentu saja rumit lantaran masih karut marutnya kondisi sepak bola nasional. Tapi di bawah tekanan berbagai situasi buruk eksternal klub, kubu Persib menunjukkan optimisme dan keyaknian besar kalau masa kelam sepak bola kita bakal segera berlalu.

Persib dengan kebijakan manajemen, menjadi pelopor kontrak jangka panjang

Di tengah ketidapastian kompetisi dan konflik yang membuat hampir seluruh klub enggan memberikan kontrak panjang kepada pemain atau tim, Maung Bandung justru menunjukkan anomali. Melalui kebijakan manajemennya, Persib dengan berani malah menjadi pelopor soal pemberian kontra jangka panjang. Persib menjamin nasib para pemain, pelatih, dan ofisial tim melalui pengikatan kontrak resmi. Bukan cuma kontrak singkat hitungan bukan seperti yang diberlakukan kebanyakan klub.

Namun, manajemen Persib menyodori kontrak jangka panjang dengan durasi dua bahkan hingga empat tahun kepada para pemainnya. Terobosan positif yang menunjukkan optimisme sekaligus keseriusan klub terhadap regenerasi tim adalah pemberian kontrak profesional kepada empat pemain muda alumnus Diklat Persib. (Arif Budi Kristanto/A-65)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com, diakses Senin, 14 Maret 2016 jam 11.15 Wib

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s