Berkah Ramadhan · Dunia Islam · Hikmah

Ihsan dan Itqan

Secara etimologis, ihsan berarti melakukan suatu kebaikan, sedangkan itqan berarti sungguh-sungguh dan tuntas dalam melakukan kebaikan itu. Secara terminilogis keduanya mempunyai makna yang relative sama, yaitu mempersembahkan yang terbaik dalam segala hal, melalui perencanaan yang matang, dan penuh dengan kedisiplinan serta kesungguhan, seolah-olah melakukannya di hadapan Allah SWT.

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim dinyatakan, ketika Rasulullah ditanya oleh seseorang (yang ternyata malaikat Jibril) tentang ihsan, beliau menjawab, “Engkau beribadah kepada Allah SWT, seolah-olah engkau melihat-Nya. Dan apabila engkau ternyata tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya dia melihat kamu.”

Dalam hadis lain riwayat Imam Thabrani, Rasulullah SAW menyatakan, “Sesungguhnya Allah SWT sangat mencintai seseorang yang melakuan suatu pekerjaan yang dilakukannya dengan penuh itqan (tuntas dan selesai).”

Ihsan dan itqan merupakan kunci keberhasilan dalam suatu tugas dan pekerjaan, sekaligus mengundang rahmat dan kecintaan Allah SWT. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam Surat Ali Imran ayat 134

…..ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ١٣٤

Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan

Hadirin Rahimakumullah

Contoh ihsan dan itqan itu, anata lain, jika seorang Muslim mengerjakan shalat, maka ia lakukan di awal waktu dengan wudhu yang baik, pakaian yang bersih, dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau di mushala (bagi kaum laki-laki), dan disertai kekhusyuan serta kerendahan hati menghadap dan berkomunikasi dengan Tuhan Pemilik Alam Semesta.

Jika seorang muslim berusaha mencari rezeki, maka ia akan mencarinya yang halal disertai dengan cara yang bersih dan benar, dan apabila berhasil, ia segera keluarkan zakat dan infaqnya, karena ia sadar betul bahwa pada setiap hartanya itu terdapat hak orang lain. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam surat Adz-Zariyat ayat 19

وَفِيٓ أَمۡوَٰلِهِمۡ حَقّٞ لِّلسَّآئِلِ وَٱلۡمَحۡرُومِ ١٩

  1. Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian

Lalu, jika seorang muslim menjadi pejabat public, maka ia akan melaksanakan amanah itu dengan penuh tanggung jawab, tidak korup, dan tidak memanfaatkan jabatannya itu untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Karena ia sadar betul karena jabatan itu merupakan amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat yang memilihnya, dan terlebih lagi di hadapan Allah SWT kelak di hari akhir.

Penghianatan terhadap amanah hanyalah akan merusak tatanan kehidupan pribadi maupun social kemasyarakatan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Anfal ayat 27

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَخُونُواْ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓاْ أَمَٰنَٰتِكُمۡ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ٢٧

  1. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui

Itulah beberapa contoh perilaku ihsan dan itqan, yang akan mengundang keberhasilan dan kesuksesan serta rahmat dan ridha Allah SWT. Dan itu pula yang harus diaplikasikan serta diimplementasikan oleh setiap muslim – apapun jabatan, kedudukan dan profesinya – agar kehadirannya memberikan rahmat minimal bagi lingkungan terdekatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s