Berkah Ramadhan · Dunia Islam · Hikmah

Ciri Penduduk Surga

Saat duduk-duduk bersama para sahabat, Rasulullah SAW menatap dan memejamkan pandangannya kea rah ufuk bagai seseorang yan sedang menunggu bisikan atau kata-kata rahasia. Rasul bersabda, “Sebentar lagi akan muncul ke hadapan tuan-tuan sekalian seorang laki-laki penduduk surga”.

Pasa sahabat pun menengok ke setiap arah untuk melihat siapakah kiranya orang yang beruntung beroleh taufik dan karunia itu. Tak lama, muncullah Sa’ad bin Abi Waqqash RA.

Selang beberapa lama, Abdullah bin Amr bin Ash RA datang kepadanya meminta jasa baiknya dan mendesak agar menunjukkan kepadanya jenis ibadah dan amalan yang menyebabkannya berhak menerima ganjaran tersebut. Para sahabat sangat tertarik untuk mengetahui amalan yang menjadi kunci untuk memasuki surga. Secara ikhlas Sa’ad pun bercerita, “Sesungguhnya tak lebih dari amal ibadah yang biasa kita kerjakan, hanya saja saya tak pernah menaruh dendam atau niat jahat terhadap siapa pun di antara kaum Muslimin.

Saad bin Abi Waqqash, adalah seorang penunggang kuda yang gagah berani dalam menyertai setiap peperangan bersama gurunya yang begitu agung yaitu Rasulullah SAW. namun, ia juga orang yang demikian lembut hatinya, sehingga bila mendenga  r nasihat-nasihat dari Nabi SAW segera saja air matanya jatuh bercucuran membasahi janggutnya. Abdurrahman bin ‘Auf RA pun menjulukinya sebagai ‘Singa yang menyembunyikan kukunya’.

Ia termasuk dalam sabiqunal awwalun (orang yang mula-mula masuk agama Islam). Saat menerima Islam yang diajarkan Rasulullah SAW, Sa’ad masih berusia 17 tahun. Ia mendapat bimbingan langsung dari Nabi SAW sehingga menjadi pribadi yang kokoh dalam keimanan dan sangat penyayang kepada sesame kaum Muslimin. Berbagai ujian mewarnai kehidupannya.

Ujian terberat yang dirasakannya adalah keinginan ibundanya untuk menghalangi dirinya menetapi Islam. Sang ibu sampai melakukan aksi mogok makan untuk mendesak agar Sa’ad kembali menyembah berhala. Atas ujian itu, dia tetap mantap memeluk Islam. Kepada ibunya, dia berkata, “Demi Allah, ketahuilah wahai Bunda. Seandainya Bunda mempunyai seratus nyawa, lalu ia keluar satu per satu, tidaklah ananda akan meninggalkan agama  ini walau ditebus dengan apa pun. Maka terserah kepada Bunda, apakah Bunda mau makan atau tidak.” Maka luluhlah hati ibundanya, setelah melihat kesungguhan anaknya itu.

Keteguhan imannya itu didukung langsung oleh Zat Yang Maha Menguasai Segala Sesuatu. Allah berfirman dalam Q.S Luqman ayat 15

Artinya: dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s