Berkah Ramadhan · Dunia Islam · Hikmah

TIGA AMAL UTAMA

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Thabrani dari Muadz bin Jabal, Rasulullah SAW bersabda: “Di Antara perbuatan paling utama dari yang utama (afdhalul fadhail) adalah engkau bersilaturrahim dengan orang yang memutuskan tali silaturrahim; engkau memberi kepada orang yang tidak pernah memberi (bakhil/kikir); dan engkau memaafkan orang yang berlaku aniaya.”

Silaturrahim adalah perbuatan yang sangat utama dan merupakan bagian dari ketakwaan kepada Allah SWT. Tanpa mau melakukan silaturrahim, iman dan takwa tidak akan pernah sempurna. Sebaliknya, silaturrahim pun tidak akan mempunyai nilai yang abadi di hadapan Allah SWT tanpa dilandasi dengan keimanan dan ketakwaan. Iman, takwa, dan silaturrahim merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Silaturrahim yang dilakukan secara terus-menerus akan memperkuat ukhuwah Islamiyyah sekaligus akan mampu membangun jaringan kerja sama antarkomponen umat. Bahkan, berdasarkan hadis terseut, silaturrahim itu harus dibangun, di samping dengan orang yang baik dengan kita, juga dengan orang yang kurang baik atau dengan orang yang memutuskan tali silaturrahim dengan kita. Maknanya, silaturrahim itu merupakan salah satu bagian penting dari upaya islahul ummah (membereskan hubungan antarsesama umat).

Berikutnya, memberi kepada orang yang membutuhkan merupakan perbuatan yang akan mendekatkan diri kita dengan Allah SWT maupun dengan sesame manusia. Memberi akan memperbanyak dan memberkahkan harta yang dimiliki. Tidak akan pernah berkurang harta yang dimiliki dengan sebab diinfakkan atau disedekahkan. Justru sebaliknya, ia akan bertambah dan bertambah terus.

Memberi kepada orang yang suka memberi kepada kita adalah perbuatan yang seharusnya dilakukan, sebagai manifestasi dari rasa syukur kepada Allah SWT dan terima kasih kepada orang yang memberinya. Tetapi, juga ada perbuatan memberi yang terbaik, seperti dikemukakan dalam hadis tersebut, yaitu memberi kepada orang yang kikir. Tentu hal ini mengandung sebuah pelajaran agar orang yang kikir itu segera bertaubat dan menghilangkan sifat kekikirannya itu lalu diganti dengan sifat dermawan.

Yang ketiga, memaafkan kepada orang yang berlaku aniaya dan zalim kepada kita karena urusan-urusan yang bersifat pribadi, di saat kita mampu membalasnya, adalah juga perbuatan yang sangat utama dan terpuji. Hal ini adalah untuk menghilangkan sifat dendam yang abadi, yang hanya akan mencelakakan diri kita di dunia ini maupun di akhirat nanti.

Kita sadar betul, untuk merealisasikan ketiga perbuatan yang paling utama tersebut adalah sangat berat, dan banyak godaan serta tantangannya. Karena itu, di dalam Surat Fushilat ayat 35 dikemukakan bahwa hanya orang yang bersabar dan memiliki jiwa besarlah yang akan mampu melaksanakannya. Semoga kita semuanya termasuk dalam kelompok orang yang memiliki kesabaran yang tinggi dan memiliki jiwa besar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s