Dunia Islam · filsafat · Hikmah · Pendidikan · Uncategorized

PENGARUH AGAMA ISLAM DAN IMPERIALISME BARAT TERHADAP KEBUDAYAAN INDONESIA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan Negara seribu pulau yangterdiri dari berbagai macam etnik, beragam suku dan adat istiadat sehingga disebut sebagai Negara multicultural karena kaya akan budaya mulai dari budaya local maupun nasional. Selain itu Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah.

Namun Indonesia dengan segala kelebihannya masih menjadi Negara berkembang dan belum beralih status menjadi Negara maju. Hal ini dikarenakan beberapa factor internal. Diantaranya, kualitas SDM Indonesia yang rata-rata penduduknya tidak menempuh pendidikan formal sampai tuntas. Oleh karena itu Indonesia berpotensi menjadi tujuan Negara-negara Imperialis untuk melancarkan hegemoni mereka dengan tujuan-tujuan imperial. Sehingga tidak dapat dihindari terjadinya akulturasi, asimilasi budaya, dll.

Selain itu, tidak hanya dampak-dampak imperialisme yang mempengaruhi system kebudayaan Indonesia. Tapi dapat dilihat relevansinya bersamaan dengan adanya teologisasi, diantaranya masuknya Islam di Indonesia. Oleh karena itu penyusun makalah ini merasa perlu membahas secara spesifik apa-apa dampak dari dua variabel tersebut diatas, serta keterkaitannya dalam pengaruhnya terhadap kebudayaan Indonesia. Sehingga kami dapat mengidentifikasi terhadap masalah-masalah kultural di Indonesia.

  1. Rumusan Masalah
    1. Apa pengaruh Agama Islam terhadap kebudayaan Indonesia?
    2. Apa pengaruh Imperialisme Barat terhadap kebudayaan Indonesia?
    3. Bagaimana keterkaitan antara keduanya?
    4. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, dapat disimpulkan bahwa makalah ini disusun bertujuan :

  1. Untuk mengetahui pengaruh Agama Islam terhadap kebudayaan Indonesia
  2. Untuk mengetahui pengaruh Imperialisme Barat terhadap kebudayaan Indonesia
  3. Untuk mengetahui keterkaitan antara keduanya
  4. Manfaat dan Mudhorot

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengaruh Agama Islam terhadap Kebudayaan Indonesia

Agama Islam merupakan Agama yang universal, yang tidak hanya membawa ajaran tentang Ibadah (ajaran tentang sholat, haji, puasa,dll), Munakahah (ajarang tentang pernikahan), Mua’malah (ajaran tentang jual beli), Jinayat(ajaran tentang hukumpidana) atau Thaharoh(ajaran tentang wudhu’, tayammum Dll), tetapi islam juga membawa ajaran tentang kebudayaan yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku di dalamnya. Sehingga islam juga banyak mempengaruhi budaya-budaya terdahulu yang kebanyakan nyeleweng dari ajaran Islam.

a.1Sejarah Masuknya Islam di Indonesia

Penyebaran Islam (1200 – 1600), Berbagai teori perihal masuknya Islam ke Indonesia terus muncul sampai saat ini. Fokus diskusi mengenai kedatangan Islam di Indonesia sejauh ini berkisar pada tiga tema utama, yakni tempat asal kedatangannya, para pembawanya, dan waktu kedatangannya .Mengenai tempat asal kedatangan Islam yang menyentuh Indonesia, di kalangan para sejarawan terdapat beberapa pendapat.Ahmad Mansur Suryanegara mengikhtisarkannya menjadi tiga teori besar.Pertama, teori Gujarat, India. Islam dipercayai datang dari wilayah Gujarat – India melalui peran para pedagang India muslim pada sekitar abad ke-13 M. Kedua, teori Makkah. Islam dipercaya tiba di Indonesia langsung dari Timur Tengah melalui jasa para pedagang Arab muslim sekitar abad ke-7 M. Ketiga, teori Persia. Islam tiba di Indonesia melalui peran para pedagang asal Persia yang dalam perjalanannya singgah ke Gujarat sebelum ke nusantara sekitar abad ke-13 M .Melalui Kesultanan Tidore yang juga menguasai Tanah Papua, sejak abad ke-17, jangkauan terjauh penyebaran Islam sudah mencapai Semenanjung Onin di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.[1]

Ahli Sejarah Barat beranggapan bahwa Islam masuk di Indonesia mulai abad 13 adalah tidak benar, HAMKA berpendapat bahwa pada tahun 625 M sebuah naskah Tiongkok mengkabarkan bahwa menemukan kelompok bangsa Arab yang telah bermukim di pantai Barat Sumatera (Barus)[2] . Pada saat nanti wilayah Barus ini akan masuk ke wilayah kerajaan Sriwijaya.

Pada tahun 674M semasa pemerintahan Khilafah Islam Utsman bin Affan, memerintahkan mengirimkan utusannya (Muawiyah bin Abu Sufyan) ke tanah Jawa yaitu ke Jepara (pada saat itu namanya Kalingga). Hasil kunjungan duta Islam ini adalah raja Jay Sima putra ratu Sima dari Kalingga masuk Islam[3] .

Pada tahun 718M raja Sriwijaya Sri Indrawarman setelah kerusuhan Kanton juga masuk Islam pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz (Dinasti Umayyah). Sanggahan Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui Pedagang Gujarat.

Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui pedagang Gujarat adalah tidaklah benar, apabila benar maka tentunya Islam yang akan berkembang kebanyakan di Indonesia adalah aliran Syiah karena Gujarat pada masa itu beraliran Syiah, akan tetapi kenyataan Islam di Indonesia didominasi Mazhab Safi’i. Sanggahan lain adalah bukti telah munculnya Islam di masa awal dengan bukti Tarikh Nisan Fatimah binti Maimun (1082M) di Gresik.

a.2Wujud Pengaruhnya Terhadap Kebudayaan Indonesia

Transformasi budaya terjadi tidak pernah secara unlinier, tapi secara berlapis-lapis. Seseorang secara formal bisa saja berpindah agama, tetapi secara budaya tidak. Ia akan selalu mengacu pada nilai-nilai yang pernah dimiliki. Begitu juga saat kita menjadi Islam, orang Jawa masih tetap Jawa, orang Minang masih tetap Minang. Saling kritik diantara kita masih selalu ada. Orang Jawa dianggap masih terlalu banyak menjalankan bid’ah dan lain sebagainya. Tapi itu seungguhnya warisan akar budaya yang tidak dapat begitu saja dihapuskan, dan itu terjadi di semua agama. Agama kita tidak hanya dipisahkan oleh madzhab-madzhab, tapi juga oleh akar budaya.

Di bawah ini adalah beberapa pengaruh Agama Islam terhadap wujud budaya di Indonesia:

a. Pengaruh Islam di Bidang Bahasa

Pada awalnya bahasa melayu digunakan sebagai bahasa perdagangan yang banyak digunakan di bagian barat kepulauan Indonesia.Tapi seiring perkembangan awal Islam, bahasa Melayu pun memasukkan sejumlah kosakata Arab ke dalam struktur bahasanya.Selain itu, terjadi sedikit modifikasi atas huruf-huruf Pallawa ke dalam huruf Arab, dan ini kemudian dikenal sebagai huruf Jawi.

Sejak zaman dulu kalender  Jawa sudah banyak dipengaruhi oleh budaya Islam. Nama-nama bulan yang digunakan tetap 12, sama dengan penanggalan Hijriyah (versi Islam). Sehingga penyebutan nama bulan mengacu pada bahasa Arab seperti Sura (Muharram atau Assyura dalam Syiah), Sapar (Safar), Mulud (Rabi’ul Awal), Bakda Mulud (Rabi’ul Akhir), Jumadilawal (Jumadil Awal), Jumadilakir (Jumadil Akhir), Rejeb (Rajab), Ruwah (Sya’ban), Pasa (Ramadhan), Sawal (Syawal), Selo (Dzulqaidah), dan Besar (Dzulhijjah).

Bahasa Arab semakin signifikan di abad ke-18 dan 19 di Indonesia, di mana masyarakat nusantara lebih familiar membaca huruf Arab ketimbang Latin.Bahkan, di masa kolonial Belanda, mata uang ditulis dalam huruf Arab Melayu, Arab Pegon, ataupun Arab Jawi. Tulisan Arab pun masih sering diketemukan sebagai keterangan dalam batu nisan. [4]

b. Pengaruh Islam di Bidang Pendidikan

Salah satu wujud pengaruh Islam yang lebih sistemik secara budaya adalah pesantren.Fenomena pesantren sendiri sebetulnya telah berkembang sebelum Islam masuk.Pesantren saat itu menjadi tempat pendidikan dan pengajaran agama Hindu. Setelah Islam masuk, kurikulum dan proses pendidikan pesantren diambilalih Islam.

Pada dasarnya, pesantren adalah sebuah asrama tradisional pendidikan Islam.Siswa tinggal bersama untuk belajar ilmu keagamaan di bawah bimbingan seorang Kyai.Asrama siswa berada di dalam kompleks pesantren di mana kyai berdomisili. Dengan kata lain, pesantren dapat diidentifikasi adanya lima elemen pokok yaitu: pondok, masjid, santri, kyai, dan kitab-kitab klasik (kitab kuning).

c. Pengaruh Islam di Bidang Arsitektur dan Kesenian

1. Masjid

Masjid pada awalnya dibangun pasca penetrasi Islam ke nusantara cukup berbeda dengan yang berkembang di Timur Tengah.Salah satunya tidak terdapatnya kubah di puncak bangunan. Kubah digantikan semacam meru, susunan lima tiga atau lima tingkat, serupa dengan arsitektur Hindu. Masjid Banten memiliki meru lima tingkat, sementara masjid Kudus dan Demak tiga tingkat. Namun, bentuk bangunan dinding yang bujur sangkar sama dengan budaya induknya.

Perbedaan lain, menara masjid awalnya tidak dibangun di Indonesia. Menara dimaksudkan sebagai tempat mengumandakan adzan, Peran menara digantikan bedug sebagai penanda masuknya waktu shalat.Setelah bedug atau tabuh dibunyikan, mulailah adzan dilakukan.

2. Pusara / makam

Makam adalah lokasi dikebumikannya jasad seseorang pasca meninggal dunia.Setelah pengaruh Islam, makam seorang berpengaruh tidak lagi diwujudkan ke dalam bentuk candi melainkan sekadar cungkup. Lokasi tubuh dikebumikan ini ditandai pula batu nisan. Nisan merupakan bentuk penerapan Islam di Indonesia.Nisan Indonesia bukan sekadar batu, melainkan terdapat ukiran penanda siapa orang yang dikebumikan.

3. Seni Ukir

Ajaran Islam melarang kreasi makhluk bernyawa ke dalam seni.Larangan dipegang para penyebar Islam dan orang-orang Islam Indonesia.Sebagai pengganti kreativitas, mereka aktif membuat kaligrafi serta ukiran tersamar.Misalnya bentuk dedaunan, bunga, bukit-bukit karang, pemandangan, serta garis-garis geometris.Termasuk ke dalamnya pembuatan kaligrafi huruf Arab.Ukiran misalnya terdapat di Masjid Mantingan dekat Jepara, daerah Indonesia yang terkenal karena seni ukirnya.

4. Seni Sastra

Seperti India, Islam pun memberi pengaruh terhadap sastra nusantara.Sastra bermuatan Islam terutama berkembang di sekitar Selat Malaka dan Jawa.Di sekitar Selat Malaka merupakan perkembangan baru, sementara di Jawa merupakan kembangan sastra Hindu-Buddha.Sastrawan Islam melakukan gubahan baru atas Mahabarata, Ramayana, dan Pancatantra. Hasil gubahan misalnya Hikayat Pandawa Lima, Hikayat Perang Pandawa Jaya, Hikayat Seri Rama, Hikayat Maharaja Rawana, Hikayat Panjatanderan. Di Jawa, muncul sastra-sastra lama yang diberi muatan Islam semisal Bratayuda, Serat Rama, atau Arjuna Sasrabahu. Di Melayu berkembang Sya’ir, terutama yang digubah Hamzah Fansuri berupa suluk (kitab yang membentangkan persoalan tasawuf).Suluk gubahan Fansuri misalnya Sya’ir Perahu, Sya’ir Si Burung Pingai, Asrar al-Arifin, dan Syarab al Asyiqi.

Sedangkan tradisi dan praktek yang sering menjadi lahan perubahan dengan masuknya islam ke Indonesia, antara lain  : pengobatan, berocok tanam, perdagangan, kesenian, upacara keagamaan, hingga sosial kemasyarakatan, dan bahkan pemerintahan.

Pada zaman dahulu orang berobat itu sering menggunakan cara-cara yang tidak baik, bercocok tanam dengan mengorbankan hewan ternak agar hasilnya bisa melimpah ruah, perdagangan dengan cara-cara yang tidak terpuji untuh mendaptkan labah yang banyak, dan masih banyak lagi kebudayaan yang berubah dengan masuknya Agama islam ke Indonesia.Dll.

B. Pengaruh Imperialisme Barat Terhadap Kebudayaan Indonesia

Imperialisme menonjolkan sifat-sifat keunggulan (hegemony) oleh satubangsa atas bangsa lain. Tujuan utama imperialisme adalah menambah hasilekonomi.Negara-negara imperialis ingin memperoleh keuntungan dari negeri yangmereka kuasai karena sumber ekonomi negara mereka tidak mencukupi. Selainfaktor ekonomi, terdapat satu kepercayaan bahwa sebuah bangsa lebih mulia ataulebih baik dari bangsa lain yang dikenal sebagai ethnosentrism, contoh bangsaJerman (Arya) dan Italia. Faktor lain yang menyumbang pada dasar imperialismeadalah adanya perasaan ingin mencapai taraf sebagai bangsa yang besar danmemerintah dunia, misalnya dasar imperialisme Jepang.

b.1Imperialisme di Indonesia

Imperialisme sistem politik yang bertujuan untuk menjajah Negara lain untuk mendapat kekuasaan dan keuntungan yang lebih besar. Maksudnya Negara yang dijajah tersebut di ambil alih kendali pemerintahannya lalu dikembangkan.

Istilah  imperialisme  yang  diperkenalkan  di  Perancis  pada  tahun  1830-an  , imperium  Napoleon  Bonaparte.  Pada  tahun  1830-an,  istilah  ini  diperkenalkan  oleh penulis Inggris untuk menerangkan dasar-dasar perluasan kekuasaan yang dilakukan oleh  Kerajaan  Inggris.  Orang  Inggris  menganggap  merekalah  yang  paling  berkuasa(Greater  Britain)  karena  mereka  telah  banyak  menguasai  dan  menjajah  di  wilayahAsia  dan  Afrika.  Mereka  menganggap  bahwa  penjajahan  bertujuan  untukmembangun  masyarakat  yang  dijajah  yang  dinilai  masih  terbelakang  dan  untuk kebaikan dunia.

Dasar imperialisme awalnya bertujuan untuk menyebarkan ide-ide dankebuadayaan Barat ke seluruh dunia. Oleh karena itulah, imperialisme bukan hanya dilihat sebagai penindasan terhadap tanah jajahan tetapi sebaliknya dapat menjadi faktor pendorong pembaharuan-pembaharuan yang dapat menyumbang kearah pembinaan sebuah bangsa seperti pendidikan, kesehatan, perundang-undangan dan sistem pemerintahan.

Waktu munculnya imperialisme:
1. Berdasarkan waktu munculnya, imperialisme dibedakan menjadi dua;
– Imperialisme kuno (sebelum Revolusi Industri paham 3 G)
– Imperialisme modern (setelah revolusi Industri)
Tujuan imperialisme:
1. Imperialisme politik; menguasai seluruh kehidupan politik dari negara lain.
2. Imperialisme ekonomi; satu upaya menguasai seluruh kehidupan ekonomi dari negara lain.
3. Imperialisme kebudayaan; upaya menguasai mentalitas dan jiwa dari negara lain.
4. Imperialisme militer; upaya untuk menguasai daerah dari negara lain yang dianggap strategis dengan menggunakan kekuatan senjata.

b.2Wujud Pengaruhnya terhadap Kebudayaan Indonesia

Pengaruh yang dibawa oleh imperialism barat ke Indonesia tidak hanya mempengaruhi bidang-bidang tertentu saja, tetapi mempengaruhi juga system kehidupan bermasyarakat khususnya dalam bidang budaya.Kita ambil contoh budaya-budaya di Indonesia yang ada sekarang karena itu yang lebih banyak digunakan oleh masyarakat adalah hasil dari imperialism.

Di bawah ini adalah beberapa contoh hasil dari imperialism Barat:
-Fun: sekarang ditelevisi banyak acara yang selalu mengundang kita untuk tertawa, baik itu acara yang khusus menyuguhkan humor atau acara intermizo.
-Film: diakui atau tidak masyarakat Indonesia saat ini kebanyakan lebih suka menonton Film dari pada acara-acara keagamaan yang ada ditelevisi khususnya Film-film dari barat.
-Food: makanan-makana Barat merupakan salah satu budaya yang sangat dinikmati oleh penduduk Indonesia saat ini, seperti Hamberger, Pizza, Spageti, dll.
-Fashion: kita pasti tahu bahawa cara berpakainya orang Indonesia saat ini lebih-lebih generasi muda sangat berbeda jauh dengan cara berpakainya orang-orang terdahulu.
-Free Thoughl: kebebeasan berbicara adalah satu hal yang sering kita jumpai di Indonesia saat ini baik itu di depan masyarakat umum atau di Media.
-Free Sex: pergaulan generasi muda di Indonesia saat ini cenderung bebas tanpa memperhatikan batasan-batasan agama.

C. Keterkaitan diantara kedua pengaruh diatas

Keterkaitan antara masuknya agama islam ke Indonesia dan imperialisme barat adalah sama-sama ingin merubah system social atau budaya di Negara ini agar sesuai dengan keinginanaya masing-masing sehingga pada akhirnya apa yang diinginkan bisa tercapai. Tetapi antara keduanya juga ada yang bermanfaat, ada juga yang mudhorrat.

Manfaat:

1. denganmasuknyaAgama Islam kehidupan Masyarakat lebih teratur.
2. Masuknya budaya Islam dan budaya Barat lebih membuka wawasan yang lebih luas bagi Masyarakat Indonesia.
3. Perdagangan dunia semakin meluas sebagai akibat meningkatnya lalu lintas perdagangan internasional.
4. Bisa menjadi kesempatan untuk mempelajari kebudayaan-kebudayaan Barat yang bisa bermanfaat bagi penduduk Indonesia.
5. Menjadi sarana untuk berkreasi, karena Agama Islam tidak pernah melarang budaaya dari manapun datangya selagi tidak bertentangan dengan al-akhlakul karimah.

Mudhorrat:

1. Negara imperialis menjadi pusat kekayaan sedangkan negara jajahan menjadi bertambah miskin.
2. Terjadi Eropanisasi kebudayaan, yaitu bergesernya kebudayaan penduduk asli dan dipengaruhi oleh kebudayaan bangsa Eropa.
3. Terjadinya gesekan dengan Agama lain karena masih banyak yang tidak mengerti tentang ajaran Islam.
4. Generasi mudah lebih suka menggunakan budaya Barat dibandingkan budaya sendiri.

BAB III
PENUTUP

3.1              Kesimpulan

  1. Agama Islam merupakan Agama yang universal, yang tidak hanya membawa hal –  hal tentang agama, tetapi juga membawa kebudayaannya yang tentu saja dapat berpengaruh terhadapsuatu negara manapun. Dan mempengaruhi terhadap berbagai hal, di antaranya pegaruh dibidang bahasa, pengaruh di bidang pendidikan, arsitektur dan juga kesenian.
  1. Pada masa penjajahan Belanda terjadi pemberontakan pejuang-pejuang Islam yang berkobar untuk membela tanah air. Untuk menghadapi umat Islam, Belanda menggunakan cara depolitisasi, yaitu menjadikan para ulama tuna politik. Selain itu, banyak taktik Belanda yang lainnya seperti adu domba antara Islam-Priyayi, tanam paksa dan lain-lain. Namun tentu saja umat Islam tidak selamanya berdiam diri dalam urusan politik, sehingga mulailah bermunculan organisasi-organisasi bernuansa Islam di sekitar awal abad ke dua puluh. Inilah permulaan kembalinya Islam di kancah politik secara nasional.
  1. Dasar imperialisme yang bertujuan untuk menyebarkan ide – ide dan kebudayaan barat ke seluruh dunia termasuk ke Indonesia, karena itulah imperialisme bukan hanyadilihat sebagai penindasan terhadap tanah jajahan tetapi sebaliknya dapat menjadi faktor pendorong pembaharuan – pembaharuan yang mengarah kepada sebuah bangsa seperti pendidikan, kesehatan, perundang-undangan dan sistem pemerintahan.

 Daftar Pustaka

–          Masuknya islam Indonesia, kidung peziarah

–          Agama demokrasi dan transformasi sosial

–          Agama dan perubahan sosial

–          Wikipedia.com

–          Ekspresi lokal dalam fenomena global


[3]H Zainal Abidin Ahmad. Ilmu politik Islam V, Sejarah Islam dan Umatnya sampai sekarang; Bulan Bintang, 1979

[4]http://Wiki.answer.com/Q/Bagaimana_Dampak_Kolonialisme_dan_Imperialisme_di_Indonesia

One thought on “PENGARUH AGAMA ISLAM DAN IMPERIALISME BARAT TERHADAP KEBUDAYAAN INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s