Pendidikan

Tata Tertib SMA Negeri 27 Bandung

VISI-MISI SMA

NEGERI 27 BANDUNG

Tahun 2013

SEKOLAH MODEL PENGEMBANGAN PENDIDIKAN
KARAKTER KEBANGSAAN BERBASIS RELIGIUS

VISI :

Mewujudkan sekolah religius, santun, cerdas, dan mandiri

MISI :

  1. Mewujudkan pendidikan yang mampu membangun insan Indonesia cerdas dan kompetitif, yang berkeadilan, bermutu, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal dan global.
  2. Beprestasi baik akademik maupun nonakademik
  3. Lingkungan sekolah yang membentuk kepribadian berkarakter kebangsaan
  4. Mengamalkan nilai-nilai religius
  5. Memiliki pemikiran yang kreatif dan inovatif
  6. Memiliki jati diri budaya daerah

BAB I

PENDAHULUAN

Pendidikan berkarakter diawali melalui habit atau kebiasaan-kebiasaan  positif yang ditanamkan di lingkungan sekitar peserta didik, salah satunya di lingkungan sekolah.  Untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan positif tersebut, maka diperlukan suatu perangkat yang dapat membangun dan mengembangkan kebiasaan tersebut, sehingga diharapkan akan membentuk karakter siswa yang  disiplin dan menaati peraturan yang diterapkan di sekolah. Perangkat dimaksud dijabarkan dalam seperangkat peraturan sekolah atau dikenal dengan Tata Tertib Sekolah.

Pembuatan tata tertib ini dibuat untuk melaksanakan amanah dari sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003, yaitu membentuk karakter yang beriman dan bertaqwa, memiliki prilaku atau akhlak yang mulia, memiliki pengetahuan dan keterampilan hidup, memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri serta memiliki rasa tanggung jawab sebagai warga masyarakat dan negara. Selain itu, tata tertib ini dibuat, sebagai wadah untuk mewujudkan Visi sekolah, yaitu membentuk siswa yang memiliki karakter Religius, Santun, Cerdas dan Mandiri (RSCM).

Efektivitas penerapan Tata Tertib oleh peserta didik, tidak lepas dari contoh disiplin yang dilakukan oleh komponen sekolah, terutama yang bersentuhan langsung dengan peserta didik, yaitu guru sebagai pendidik, fasilitator, motivator sekaligus panutan bagi peserta didik. Penerapan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik yang berkepribadian, akan berdampak positif pada pembentukan karakter peserta didik.

Dalam upaya peningkatan kwalitas profesionalisme tersebut, diperlukan pula perangkat yang mengikat guru dalam melaksanakan tugasnya dimaksud, yaitu suatu disiplin atau peraturan yang secara eksplisit dituangkan dalam bentuk disiplin guru.

Adapun bentuk tata tertib siswa dan disiplin guru di SMA Negeri 27 Bandung, dirancang sebagai indikator terwujudnya Visi sekolah yang salah satunya visinya adalah pembentukan karaktek bangsa seperti yang tertuang dalam Sistem Pendidikan Nasional dan amanah UUD 45, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

I.        TATA TERTIB SISWA SMAN 27 BANDUNG

  1. Siswa masuk pukul 06.45 untuk sesi pagi, dilanjutkan dengan membaca asmaul husna dan surat-surat pendek pilihan (juz 30) selama     +  10 menit.
  2. Siswa dikatakan terlambat apabila tiba di sekolah lewat dari pukul 06.45 menit setelah bel jam pertama berbunyi
  3. Siswa yang terlambat boleh masuk kelas dengan izin tertulis dari guru piket
  4. Siswaa yang terlambat diberi sangsi tidak masuk kelas selama satu jam pelajaran berlangsung dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru pembina disiplin. Siswa masuk kelas setelah ada izin tertulis dari guru piket/guru Pembina disiplin.

4.1.         Siswa terlambat tidak diperkenanka masuk kelas ketika kelas sedang berdoa bersama atau membaca surat-surat pendek

4.2.         Siswa terlambat diperkenankan masuk kelas setelah kelas selesai membacakan doa dan surat-surat pendek

  1. Penggunaan PSAS yang telah disepakati adalah:
  1. Sepatu berwarna hitam kanvas pendek, tali putih
  2. Kaos kaki putih pendek sebetis (kaos kaki logo SMAN 27)
  3. Seragam abu-abu putih untuk hari Senin-Selasa dan Rabu, seragam abu-abu batik untuk hari Kamis, Seragam abu-abu koko putih (putra) dan putih muslim untuk hari jumat dan Seragam Pramuka untuk hari Sabtu, ketentuan;
    1. untuk siswa putri rok panjang rempel sekeliling di pinggang, baju lengan pendek dan bagi yang berjilbab berlengan panjang dan menggunakan jilbab putih. Untuk seragam Pramuka jilbab warna coklat.
    2. untuk siswa putra celana panjang standar, baju lengan pendek
    3. menggunakan ikat pinggang berlogo SMA 27 (logo bintang)
    4. badge nama dan lokasi sekolah warna hitam putih dan menggunakan logo sekolah pada lengan baju kiri
    5. menggunakan topi sekolah pada saat upacara
    6. Rambut untuk siswa putra rapih, tidak melebihi kerah baju, sebatas telinga dan tidak melebihi alis mata. Untuk siswa putri, yang memiliki rambut panjang, rapih dan tidak mengganggu aktivitas proses pembelajaran.
    7. Dispensasi berlaku dengan ketentuan;
    • Atas nama sekolah, ada toleransi dari guru Mapel, dalam bentuk, siswa bisa mengikuti susulan atau diberi tugas untuk memenuhi ketuntasan belajar.
    • Bukan atas nama sekolah, tetapi membawa nama pemerintah (kota, provinsi dan nasional), ketentuan sama dengan point a.
    • Bukan atas nama sekolah dan pemerintah tetapi atas nama klub, ketentuan tersebut di atas berlaku apabila pihak club sudah ada MOU dengan pihak sekolah.

    8. Siswa yang membawa kendaraan roda empat parkir di luar halaman sekolah. Apabila siswa membawa kendaraan roda empat ke dalam halaman sekolah, akan diberikan teguran, lebih dari dua / tiga kali dipanggil orang tua.

Klasifikasi dan Sangsi Point Pelanggaran

Klasifikasi dan Sangsi Point Pelanggaran

  1. A.      PAKAIAN SERAGAM (PSAS)

No

KLASIFIKASI PELANGGARAN

SANKSI

1 Tidak mengenakan PSAS secara lengkap (“badge” nama, lokasi, logo sekolah, ikat pinggang, lambang Osis) 5 point
2 Tidak menggunakan salah satu atau dua kelengkapan PSAS ((“badge” nama, lokasi, logo sekolah, ikat pinggang, badge Osis) 3 point
3 Kelengkapan PSAS tidak sesuai, baik  warna maupun model standar 3 point
4 Kelengkapan PSAS direkayasa, dengan model tidak standar atau tidak dijahit 3 point
5 Tidak menggunakan sepatu warna hitam dan model standar 3 point
 6 Tidak menggunakan topi PSAS pada saat upacara bendera 5 point
7 Tidak menggunakan Kaos kaki selain warna putih polos dengan ketentuan di atas mata kaki 3 point
8 Menggunakan rok pendek (perempuan) 6 point
9 Menggunakan celana ketat (laki-laki) 6 point
10 Memakai baju ketat (indies) 6 point
11 Kerudung / jilbab tidak sesuai dengan standar PSAS (warna putih bentuk segitiga) 6 point
12 Tidak memakai PSAS sesuai waktu dan peraturan (hari Senin, selasa dan  rabu seragam putih abu, hari kamis seragam batik, hari Jumat seragam takwa, hari sabtu seragam pramuka) 6 point
13 Di lingkungan sekolah memakai topi selain PSAS, jaket, sweater tanpa izin 6 point
14 Baju seragam tidak dimasukkan 3 point
  1. B.      KEDISIPLINAN

No

KLASIFIKASI PELANGGARAN

SANKSI

1 Pada jam pelajaran olah raga berada di dalam kelas, atau di kantin tanpa alasan 5 point
2 Memakir kendaraan tidak pada tempatnya 5 point
3 Petugas piket tidak melaksanakan kebersihan kelas 6 point
4 Tidak mengerjakan tugas kurikuler dari guru 7 point
5 Membuang sampah tidak pada tempatnya 5 point
6 Memakai dan menggunakan WC untuk guru dan karyawan tanpa izin 7 point
7 Meninggalkan kegiatan belajar, tanpa seizin guru yang bersangkutan atau piket 5 point
8 Terlambat masuk 10 menit ketika pergantian jam pelajaran atau setelah istirahat 8 point
9 Tidak mengikuti upacara bendera 8 point
10 Terlambat masuk sekolah lebih dari 06.45 9 point
11 Izin lebih dari tiga hari berturut-turut atau lima hari dalam satu bulan 5 point
12 Makan, minum, bersolek, main game, menggunakan HP saat KBM 9 point
13 Tidak mengikuti ceramah keagamaan, atau kegiatan keagamaan (ESQ) 10 point
14 Bolos sekolah (tidak masuk pada jam pelajaran tertentu) 10 point
15 Menggangu ketenangan belajar (ngobrol, membuat onar) 10 point
16 Tidak masuk belajar tanpa keterangan (alpa) 13 point
17 Sakit lebih dari 3 hariatau 5 hari dalam satu bulan tanpa keterangan tertulis dari orang tua atau dokter 13 point
18 Melakukan kecurangan dalam ujian, ulangan dan atau hasil tes ujian (menyontek, merubah jawaban dan hasil tes) 15 point
19 Membawa kendaraan tidak sesuai dengan ketentuan (menggunaka knalpot racing) 15 point
  1. C.       PERBUATAN DAN PRILAKU  DI DALAM DAN DI LUAR LINGKUNGAN SEKOLAH SELAMA MENGGUNAKAN IDENTITAS SEKOLAH

No

KLASIFIKASI PELANGGARAN

SANKSI

1 Memakai gelang kaki bagi siswa putri 6 point
2 Memakai salah satu atau lebih asesoris seperti gelang kaki, gelang tangan, kalung, anting bagi siswa putra 6 point

3

Menggunakan salah satu atau lebih kosmetik (lipstick, eyeshadow, eyeliner, blush on) 6 point

4

Membawa dan menggunakan walkman atau alat musik lainnya selama berlangsung KBM 6 point
 5 Menggunakan HP saat KBM 6 point

6

Membawa, menggunakan atau membawa media yang mengandung unsur pornografi, pornoaksi  dan SARA 6 point

7

Rambut laki-laki menyentuh kerah, telinga, alis dan acak-acakan 8 point

8

Rambut dicat warna-warni, dipotong dengan model yang tidak sesuai dengan status pelajar 9 point

9

Membawa benda yang dapat membahayakan diri dan orang lain di luar kepentingan pembelajaran 9 point

10

Berperilaku, berkata, berbuat yang menimbulkan perselisihan 13 point

11

Mencoret-coret dinding, meja, kursi dan barang milik sekolah lainnya 15 point

12

Membawa rokok di lingkungan sekolah 15 point

13

Siswa putri menggunakan lebih dari satu anting 15 point

14

Berbuat asusila, seperti berciuman, berpelukan. 50 point

15

Bertato di bagian anggota badan yang terlihat 30 point

16

Sengaja merusak barang milik sekolah 30 point

17

Membawa media elektronik yang mengandung unsur pornografi (film porno dalam CD, HP, note book) 30 point

18

Berperilaku dan ucapan kotor terhadap kepala sekolah, guru karyawan dan caraka 30 point

19

Merokok di sekolah 50 point

20

Berkelahi di dalam sekolah 50 point

21

Masuk Genk motor terlarang atau terlibat dalam organisasi terlarang 100 point

22

Membawa alat kontrasepsi yang tidak berhubungan dengan tugas mata pelajaran 50 point

23

Mengganti, merusak nilai rapor atau Lembar Hasil Belajar (LHB) 50 point

24

Melakukan tindakan kriminalitas (mencuri, merampas, menggunakan benda berbahaya) 100 point

25

Membawa Miras 50 point

26

Menggunakan Miras 100 point

27

Membawa Narkoba (zat adiktif dan psikotropika) 100 point

28

Menggunakan Narkoba (zat adiktif dan psikotropika) 200 point

29

Melakukan tindakan kriminal terhadap Kepala sekolah , guru, karyawan dan caraka 200 point

30

Hamil 200 point

30

Menghamili 200 point

31

Menikah 200 point

32

Menghilangkan buku saku jumlah point pelanggaran  100 point

33

Tidak mematuhi bentuk hukuman atau sangsi nomor 2 (orang tua dipanggil), maksimal  2 kali 50 point

34

Tidak mematuhi bentuk hukuman atau sangsi no 3 (wajib lapor selama satu bulan) 75 point

35

Tidak mematuhi bentuk hukuman atau sangsi no 5 (siswa mutasi ke kelas lain selama 1 bulan) 100 point

36

Mencemarkan nama baik sekolah 200 point

 

Jumlah  Point

Bentuk Hukuman / Sangsi

1

25-49

Siswa di beri peringatan atau teguran oleh wali kelas

2

50-74

Orang tua dipanggil

3

75-99

wajib lapor selama 1 bulan

4

100-149

Siswa dimutasi ke kelas lain selama 1 bulan

5

150-174

Siswa dimutasi ke kelas lain dan wajib lapor selama 1 bulan

6

175-199

Siswa tidak naik kelas (kls X-XI)Siswa tidak lulus/tidak tamat (kls XII)

7

> 200 l

Siswa dikembalikan ke orang tua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s