Pendidikan

PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN GURU

PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN GURU

 

  • Pengertian Kepribadian, Guru dan Kepribadian Guru
    Kepribadian
         Menurut Horton (1982)Kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi dan temparmen seseorang. Sikap perasaan ekspresi dan tempramen itu akan terwujud dalam tindakan seseorang jika di hadapan pada situasi tertentu. Setiap orang mempunyai kecenderungan prilaku yang baku, atau pola dan konsisten, sehingga menjadi ciri khas pribadinya.Menurut Schever Dan Lamm (1998)mendevinisikan kepribadian sebagai keseluruhan pola sikap, kebutuhan, ciri-ciri kas dan prilaku seseorang. Pola berarti sesuatu yang sudah menjadi standar atu baku, sehingga kalau di katakan pola sikap, maka sikap itu sudah baku berlaku terus menerus secara konsisten dalam menghadapai situasi yang di hadapi.
    Sigmund Freud memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego. Dan tingkah laku, menurut Freud, tidak lain merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kerpibadian tersebut.
    Teori dari George Kelly yang memandang bahwa kepribadian sebagai cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman hidupnya. Sementara Gordon Allport merumuskan kepribadian sebagai “sesuatu” yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan.
    Lebih detail tentang definisi kepribadian menurut Allport yaitu kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pikiran individu secara khas.
    Dari sebagian besar teori kepribadian diatas, dapat kita ambil kesamaan sebagai berikut:
    1. sebagian besar batasan melukiskan kerpibadian sebagai suatu struktur atau organisasi hipotesis, dan tingkah laku dilihat sebagai sesuatu yang diorganisasi dan diintegrasikan oleh kepribadian. Atau dengan kata lain kepribadian dipandang sebagai “organisasi” yang menjadi penentu atau pengarah tingkah laku kita.

2. sebagian besar batasan menekankan perlunya memahami arti perbedaan-perbedaan individual. Dengan istilah “kepribadian”, keunikan dari setiap individu ternyatakan. Dan melalui study tentang kepribadian, sifat-sifat atau kumpulan sifat individu yang membedakannya dengan individu lain diharapkan dapat menjadi jelas atau dapat dipahami. Para teoris kepribadian memandang kepribadian sebagai sesuatu yang unik dan atau khas pada diri setiap orang.

3. sebagian besar batasan menekankan pentingnya melihat kepribadian dari sudut “sejarah hidup”, perkembangan, dan perspektif. Kepribadian, menurut teoris kepribadian, merepresentasikan proses keterlibatan subyek atau individu atas pengaruh-pengaruh internal dan eksternal yang mencakup factor-faktor genetic atau biologis, pengalaman-pengalaman social, dan perubahan lingkungan. Atau dengan kata lain, corak dan keunikan kepribadian individu itu dipengaruhi oleh factor-faktor bawaan dan lingkungan.

Guru

Guru (dari bahasa Sansekertaguru yang juga berarti guru, tetapi artinya harafiahnya adalah “berat”) adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru. Beberapa istilah yang juga menggambarkan peran guru, antara lain: Dosen, Mentor, Tutor.
Kepribadian Guru
Kepribadian ialah kumpulan sifat-sifat yang aqliah, jismiah, khalqiyah dan iradiah yang biasa membedakan seseorang dengan orang lain (Slamet Yusuf:37). Dikatakan guru yang mahir adalah guru yang mampu untuk menundukkan hati mereka dan mempengaruhi mereka dengan baik sehingga ia dapat memerintah mereka dan berbicara dengan mereka.
Maka dengan kepribadian itu memungkinkan untuk mengarahkan mereka pada jalan yang lurus. Umar bin Utbah (dalam Slamet Yusuf:39), berkata pada guru dari anaknya sebagai berikut: “Hendaklah perbaikan pertama-pertama yang engkau lakukan terhadap anak saya dilakukan dengan perbaikan dirimu maka mereka akan tertuju padamu, yang mereka anggap naik adalah apa yang engkau tinggalkan. Menurut Mr. Norman Mc. Munn (Slamet Yusuf:41), kepribadian itu didapatkan dari latihan yakni dari kebiasaan dan pendidikan yang sungguh-sungguh. Tokoh pendidikan dari Inggris, Sir T. percy Nunn mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah mendidik kepribadian (Andreas Hafera, 2000).
Kepribadian itu bisa membangkitkan semangat, tekun dalam menjalankan tugas, senang memberi manfaat kepada murid menghormati peraturan sekolah sehingga membuat murid bersifat lemah lembut memberanikan mereka, mendorong pada cinta pekerjaan, memajukan berfikir secara bebas tetapi terbatas yang bisa membantu membentuk pribadi menguatkan kepribadian menguatkan kehendak membiasakan percaya pada diri sendiri. Suksesnya seorang guru tergantung dari kepribadian, luasnya ilmu tentang materi pelajaran serta banyaknya pengalaman. Tugas seorang guru itu sangat berat, tidak mampu dilaksanakan kecuali apabila kuat kepribadiannya, cinta dengan tugas, ikhlas dalam mengerjakan, memelihara waktu murid, cinta kebenaran, adil dalam pergaulan. Ada yang mengatakan bahwa masa depan anak-anak di tangan guru dan di tangan gurulah terbentuknya umat.

Menurut Retno Wijayanti (2009) pengembangan instrumen kompetensi kepribadian guru [Thesis S2]:

Pengembangan Instrumen Kompetensi Kepribadian Guru, Tesis. Yogyakarta: Program Pasca Sarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, 2009.Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan indikatot kompetensi kepribadian guru dan mengembangkan perangkat tes kompetensi kepribadian guru yang vadil dan reliabel. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan konseptual dan prosedual. Proses pengembangan tes kompetensi kepribadian guru diawali dengan perumusan indikator melelui telaah teoritis dan expert judgement (Focus Group Discussion), pembuatan kisi-kisi, penentuan bentuk instrument, kriteria penelitian, diikuti dengan telaah, revisi, uji coba, analisis data dan penyusunan instrument bentuk akhir beserta panduan dan norma instrumen. Uji coba instrumen dilakukan sebanyak dua kali dengan responden sebanyak 326 guru sekolah negeri dan swasta dikota Yogyakarta. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling.Hasil uji coba dianalisis dengan menggunakan program ITEMAN versi 15 untuk analisis factor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :

(1)   Terdapat 22 indikator kompetensi kepribadian guru yang dikelompokkan dalam 5 dimensi (intregitas, kepemimpinan, kestabilan emosi, keterbukaan dan kemempuan interpersonal);

Karakteristik instrument dijabarkan sebagai berikut: validitas isis baik, reliabilitas instrument secara keseluruhan adalah baik (handal), intrumen kompetensi kepribadian guru pada uji coba I memiliki koefisien reliabilitas Alpha sebesar 0.890 dan SEM 0.082, sedangkan pada uji coba II memilki reliabilitas Alpha sebesar 0.922 dan SEM 0.095, hasil analisis faktor menunjukkan bahwa instrumen kompetensi kepribadian guru memenuhi syarat untuk dianalisis, dan terdapat 39 pernyataan yang vadil dan dapat dimanfaatkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s