Uncategorized

Selamat Datang Pagi

Selamat Datang Pagi

Entah sudah berapa ratus syair tergubah yang terinspirasi oleh indahnya pagi, dari Cat Stevens sampai si imut Tasya pun bersenandung pagi. Juga, mungkin sudah jutaan kata terangkai menjadi puisi-puisi indah tentang pagi, satu bentuk Kemahasempurnaan hasil kreasi Allah dari jumlah yang tak terhingga kemahasempurnaan lainnya yang semuanya diperuntukkan bagi hamba-Nya tanpa mengharap imbalan apapun. Bahkan jika hamba-hamba itu bersyukur dan memuji, pastilah Dia akan menambahkan nikmat-nikmat itu. Maha Suci Allah atas nikmat pagi dengan segala keajaibannya.

Dengarlah kicau burung-burung bernyanyi, setelah sebelumnya unggas lainnya berlomba saling bersahut memecahkan keheningan fajar. Titik-titik embun di dahan berjatuhan membasahi tanah seiring bergulirnya sang mentari menatap bumi, memberi isyarat kepada manusia untuk segera memulai hari yang teramat cerah. Maka, siapapun yang tetap terlena berselimut tebal, pastilah dia orang-orang yang merugi bahkan kesuksesan pun makin menjauh.

Selamat Datang Pagi, sebaiknya cukup dalam hati saja mengucapkannya. Patutlah kita mensyukuri nikmat Allah yang satu ini, karena pagi begitu memberikan harapan bagi segenap makhluk, termasuk bagi manusia yang bercita-cita meraih sukses dan kemenangan, semuanya bermula di pagi hari. Jika saja, ayam-ayam jantan sudah menyambut awal kemenangannya dengan lantang di waktu fajar, sementara sang betina dengan sabar menggiring anak-anak mereka mencari makan. Burung-burung hilir mudik terbang kesana kemari mengitari alam, kicaunya yang tak henti mengiringi kepakan sayap mereka mencari dahan-dahan tempat berpijak untuk kemudian terbang kembali ke sangkar mereka dengan setumpuk makanan di paruhnya untuk diberikan kepada anak-anak mereka. Binatang-binatang melata ditanah pun menggeliat, mereka teramat tahu bahwa tanpa geliat itu mereka takkan mendapatkan rizki untuk bisa bertahan hidup. Sungguh, masih adakah manusia yang tetap bermalas dengan badan lurus terlentang merapat di ranjang hangat? Tentu mereka orang-orang yang jauh dari rizki dan kesuksesan.

Selain itu, datangnya pagi hari ini juga wajib kita syukuri karena belum tentu esok kita kan menikmati keindahannya, atau bahkan mungkin esok mentari terbit dari arah yang berlawanan dari arah yang biasanya. Itu berarti, bisa jadi ini adalah pagi terakhir yang dapat kita rasa, dan sentuhan hangat mentari pagi ini juga yang terakhir bagi kita. Oleh karena itu, bangkitlah segera dan mulailah hari ini dengan penuh semangat karena mungkin saja semangat kita tak berguna lagi di esok hari. Raihlah prestasi sebaik-baiknya hari ini, baik prestasi dunia maupun prestasi sebagai bekal di akhirat, karena boleh jadi kecemerlangan amal dan prestasi hari ini yang tercatat sebagai amal yang menyelematkan kita dari azab-Nya.

Jika memang ini pagi terakhir, tentu bukan menjadi alasan untuk menghabiskan hari dengan berpangku tangan tanpa berbuat satu apapun. Bekerjalah seolah akan hidup selamanya dan beribadahlah seakan esok ajal kan datang, satu nasihat yang bagus untuk didengarkan. Ada keseimbangan yang patut dipertahankan dalam hidup ini, meski waktunya pun tinggal sehari. Rasulullah pernah menegur salah seorang dari pengikutnya yang selalu berada di masjid sepanjang hari, dan menyuruhnya untuk keluar bekerja mencari nafkah.

Mencari rizki maupun mencari ilmu terus menerus tanpa kenal patah semangat untuk memacu prestasi, dan pada saat-saat yang sudah ditentukan kita duduk bersimpuh, merapatkan kening diatas bentangan sajadah, mengadu dan memohon dikuatkan hati dalam menggapai segala harapan. Kemudian bersegera kembali meneruskan pekerjaan sambil tak hentinya hati dan bibir ini menyebut nama Allah sebagai sumber kekuatan. Hingga senja pun hadir, semburat cahaya kemerahan yang terlukis di langit menghantarkan kita merenda lelah. Dan malam pun tiba menawarkan kesejukannya seiring terpejamnya mata, mengumpulkan tenaga untuk kembali menyambut pagi yang senantiasa menjanjikan harapan. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s