Uncategorized

MEMBANGUN SAINS DAN TEKNOLOGI MENURUT KEHENDAK ALLAH

PerananSains & TeknologiMenurut ISLAM

Malangnya manusia seringkalah denganmakhluk lain dalam memanfaatkan bekalan yang Allah beri,sekalipun seorang saintis atau pun teknolog….

Orang yangbertaqwa tetapi tidakada ilmu,kebaikannyaterbatas, sekadarselamat saja, tapitidak menyelamatkanorang lain. Sebab ituhari ini umat Islammesti menguasaiilmu sebanyak-banyaknya….

Apabila seorangmukmin itumempertajam hatihatihatihatihatiatau jiwanya,atau jiwanya,atau jiwanya,atau jiwanya,atau jiwanya,Ditajamkan lagi denganrasa berTrasa berTrasa berTrasa berTrasa berTuhanuhanuhanuhanuhan danrasa kehambaanrasa kehambaanrasa kehambaanrasa kehambaanrasa kehambaanKemudian dibawaberfikirberfikirberfikirberfikirberfikir dan berfikirberfikirberfikirberfikirberfikir,,,,,Dia akan jadi orangyang cepat cerdikcepat cerdikcepat cerdikcepat cerdikcepat cerdikdan pandai.pandai.pandai.pandai.pandai.Lihatlah apa yang telahdilakukan olehRasululah SAW…

Bila manusia tidakfaham kedudukansains dan teknologidalam kehidupan,maka ia seringmemandang hebatkepada para saintisyang membuat kajianhingga mendapatkanpenemuan-penemuanbaru. Sedangkanmereka tidak merasakehebatan Allah..

“…semakin sains danteknologi berkembang,semakin sedikit manusiayang bersyukur. Malahkejahatan di kalanganmanusia bertambah kejam.Adakalanya manusia bukanseperti manusia lagi,karena sudah hilangkemanusiannya..

Huru hara dan kekacauan di dunia saat ini bukandisebabkan semata-mata oleh produk-produk sains dan teknologi yangsebetulnya sangat berguna bagi hidup manusia, tetapi disebabkan olehmanusia itu sendiri. Sebab itu, masalah utama yang perlu dibaiki adalah‘manusia’manusia’manusia’manusia’manusia’nya. Manusia sudah tidak ada ‘rasa hamba’rasa hamba’rasa hamba’rasa hamba’rasa hamba’. Sedangkanrasa hamba ini adalah salah satu ciri taqwa yang sangat diperlukandalam kehidupan keseharian manusia. Maka sebelum kita membahasperanan sains, teknologi dan cara memanfaatkannya untuk kehidupanmanusia, agar selamat dan menyelamatkan di dunia dan akhirat,  terlebihdahulu kita bahas tentang peranan manusia di muka bumi ini

1.Peranan Manusia di Dunia

Mungkin pembaca merasa aneh atau baru mengenal istilah rasahamba ini. Hal tersebut normal terjadi karena rasa hamba tidak pernahdibahas oleh manusia di dalam sains politik, sains ekonomi, bahkandalam sains psikologi sekalipun. Karena semua sains itu hanya berkaitdengan hal fisik manusia atau keperluan luar dan lahiriah manusia.Sebenarnya selain sains-sains tersebut, manusia memerlukan satu sainsyang menjadi pelengkap sains-sains yang digunakan dalammembangun kemajuan material.Buktinya, banyak ahli-ahli sains walaupun membuat kemajuanyang banyak tetapi mereka menjadi manusia-manusia yang kecewa, putus asa, bahkan tidak kurang yang bunuh diri. Sebenarnya selainunsur fizikal, akal, pada diri manusia ada unsur lain yang juga sangatpenting yaitu unsur perasaan, yang disebut roh (hati) atau jiwa. Jikauntuk kemajuan material yang dapat dilihat oleh mata, difikir oleh akal,manusia pun memerlukan sains yang canggih, apalagi untuk dapatmenguasai perasaan, memajukan roh (hati), mengawal nafsu sesuaidengan kehendak Allah, tentulah diperlukan satu sains yang jugacanggih dan teramat penting yaitu sains rohaniahsains rohaniahsains rohaniahsains rohaniahsains rohaniah atau spiritualspiritualspiritualspiritualspiritualsciencesciencesciencesciencescience.Seperti yang disebutkan didalam Al Qur’an yang menjadi sumber darisains rohaniahsains rohaniahsains rohaniahsains rohaniahsains rohaniah, Allah mengutus manusia ke dunia dengan duaperanan, yaitu :

1.Sebagai hamba Allah

Artinya: “Tidak Aku jadikan jin dan manusia itumelainkan agar mereka beribadah kepadaKu (menjadihamba).”  (Ad Dzariat: 56)

2.Sebagai khalifah Allah

Artinya : “Sesungguhnya Aku hendak menciptakanseorang khalifah di muka bumi ini.”

(Al Baqarah: 30)Yang dimaksud dengan peranan sebagai hamba, bukanlahsekadar manusia tahu bahwa dirinya hamba. Mengetahui saja bahwadiri adalah hamba, tidak cukup. Yang lebih penting dari itu adalahmanusia mesti bersifat hamba. Adalah satu kewajiban bagi manusiauntuk mempunyai rasa hamba. Jadi siapa yang menghilangkan sifatkehambaannya dia telah melakukan satu kesalahan yang besar.

Diantara sifat-sifat hamba itu ialah manusia mesti berakhlak sepertiakhlak seorang hamba, bersikap sebagai seorang hamba. Dia mestilahbersifat malu, menyerah diri dengan Allah, merujuk kepada Allah, redhadengan Allah, sabar takut dan cinta Allah, senantiasa merasa diperhatioleh Allah, membesarkan Allah, mensucikan Allah dari berbagai macamsyirik, memuji Allah, dan lain-lain. Inilah yang dimaksud dengan peranhamba. Jadi dari peranan hamba ini bukan saja manusia tahu bahwadia seorang hamba tapi hendaklah dia bersikap sebagai seoranghamba.

2.Mengapa manusia Perlu merasa hamba?

Peranan sebagai hamba, yaitu merasakan diri sebagai hamba,adalah sangat penting selain untuk manusia itu sendiri sebagai individu,tapi juga sangat penting dipunyai untuk dapat memainkan peranankedua yaitu sebagai khalifah Allah. Rasa hamba itu mesti ada dan sangatpenting, supaya ketika dia melaksanakan peranan ke dua, untukmentadbir dunia, mengatur dunia, membangunkan dunia, memajukandunia, memakmurkan dunia, menyelamatkan dunia, mengamankandunia, mengharmonikan dunia, dia akan mentadbir, mengatur danmemerintah  dengan baik, sesuai dengan kehendak Allah. Semua initidak mungkin terjadi, bila tiada sifat-sifat hamba. Ini ada hubungandengan sikap-sikap hamba, seorang hamba mesti mengekalkan sifathamba.Jika seorang hamba Tuhan itu memainkan peranan yang keduauntuk menjadi khalifah di bumi, contohnya ada yang jadi pemimpin,ada yang bertugas di bagian pendidikan, ekonomi, pembangunan,kebudayaan, pengembangan sains dan teknologi dan sebagainya,dimana sifat kehambaan itu tidak dapat dikekalkan, maka dia akanzalim di bidangnya. Kalau dia pemimpin, dia zalim dalam memimpinanak buah atau rakyatnya, kalau dia mengatur ekonomi, dia akan zalimdi bidangnya. Begitu juga di bidang pendidikan, dibidang kebudayaan,di bidang sains dan teknologi dia akan zalim. Mengapa terjadidemikian?

Bila seseorang tidak ada sifat kehambaan lagi,

maka lahirlah sifat-sifat ketuanan : sifat ego, sifat sombong, pemarah, rasa diri tinggi, hasaddengki dan lain-lain. Kalau khalifah bersikap seperti itu maka manusiaakan mendapat kesusahan. Bukan sampai disitu saja efeknya, tapi iapunpasti mendapat reaksi dari orang lain, yaitu dari pihak yang ditadbiratau diatur.Maka akan terjadilah konflik diantara dua golongan, yaitu :1.golongan yang mendapat kuasa di bidang masing-masing2.golongan lain yang lebih banyak, yaitu golongan yangditadbir atau diatur.

Bila terjadi konflik antara dua golongan ini maka hilanglah kasihsayang, hilanglah perpaduan, hilanglah kebahagiaan dan keharmonian.Sebab itu setiap hamba mesti mengekalkan sifat kehambaan, supayaketika ia menjadi khalifah di bidang masing-masing, maka dia dapatbenar-benar berperanan sebagai khalifah Allah yang bekerja bagi Allahdan atas nama Allah. Tapi kalau sifat hamba telah hilang, bagaimanadia dapat menjadi khalifah Tuhan yang baik? Orang yang tidak adarasa hamba, bila semakin besar kuasanya, maka akan semakin besarsombongnya. Sombong itulah yang akan diledakkan kepada golongan-golongan yang lemah. Ataupun kalau ada golongan yang kuat sepertidia, dia bimbang, takut-takut mereka datang menguasainya, makamereka akan menyerang, seperti yang Amerika buat pada Iraq dandunia. Pada Iraq dia buat secara kasar, pada negara lain dia buatsecara lembut, sabotaj, karena dia berhasrat untuk menguasai dunia.Begitulah hamba yang sudah tidak ada rasa hamba lagi.

Setelah kita fahami peranan manusia, yaitu sebagai hamba dankhalifah, pertanyaan berikutnya adalah apakah peranan sains danteknologi menurut Islam?

3.Peranan Sains dan Teknologi Menurut Islam

Allah berfirman dalam Al Qur’an yang maksudnya :

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi sertasilih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda(Kebesaran Allah) bagi kalangan ulul albab. Yaitu merekayang hatinya selalu bersama Allah di waktu berdiri, dudukdan dalam keadaan berbaring dan memikirkan tentangpenciptaan langit dan bumi (seraya berkata), Ya Tuhan kami,tidaklah Engkau menciptakan ini semua dengan sia-sia,Maha Suci Engkau, maka perliharalah kami dari azabneraka.(QS Al Imron 190-191)

Dari ayat ini dapat kita lihat, bahwa melalui pengamatan, kajiandan pengembangan sains dan teknologi, Allah menghendaki manusiadapat lebih merasakan kebesaran, kehebatan dan keagunganNya.Betapa hebatnya alam ciptaan Allah, yang kebesaran dan keluasannya-pun manusia belum sepenuhnya mengetahui, maka sudah tentu Mahahebat lagi Allah yang menciptakannya. Tidak terbayangkan oleh akalfikiran dan perasaan manusia Maha Hebatnya Allah. Kalaulah alamsemesta yang nampak secara lahiriah saja sudah begitu luas, menurutkajian dengan menggunakan peralatan terkini yang canggih diameter-nya 20 milyar tahun cahaya, terasa betapa besar dan agungnya Allahyang menciptakannya. Ini alam lahiriah yang nampak dan dapat diukursecara lahiriah, belum lagi alam-alam yang berbagai jenis yang tidakdapat dikaji dan diobservasi dengan peralatan lahiriah buatan manusia,walau secanggih apapun.

Maka melalui kajian sains dan pengembangan teknologi,sepatutnya rasa hamba para saintis dan teknolog meningkat. Tetapisedikit sekali saintis dan teknolog yang meningkat rasa hambanya,yang semakin tawadhu, yang semakin cinta dan takut dengan Allah.Bahkan kebanyakannya semakin mereka menemukan benda-bendadan inovasi-inovasi yang baru, semakin bangga dan rasa hebat. Bukanbertambah rasa kehambaan, rasa takut dan cintakan Allah.

Sebenarnya, bukan saja sains dan teknologi yang Allah ketahui.Karena Allah hendak menjadikan manusia ini sebagai hamba danmenjadikan khalifah mentadbir dunia maka Allah tahu apa yang mestidibekalkan. Jadi Allah datangkan manusia ke dunia bukan dengantangan kosong. Tapi Allah siapkan khazanah, aset kekayaan baik yangbersifat material atau pun yang berupa ilmu, sains dan teknologi.Supaya khazanah-khazanah, kekayaan dan segala kepandaian yangTuhan izinkan manusia menguasainya, dapat digunakan untuk hamba-hamba Allah, dapat dibagi-bagikan, supaya dimanfaatkan untukhamba-hamba Allah, supaya benda-benda itu dikhidmatkan kepadamanusia.

Jadi melalui peranan hamba dan khalifah tadi dengan kekayaan,bahan-bahan, aset-aset, ilmu pengetahuan, sains dan teknologi yangdiberikan Allah, mereka pun memanfaatkan untuk membangunperadaban material yang berguna bagi seluruh manusia. Maka akantimbullah kasih sayang diantara manusia yang ramai dan lemah inisupaya manusia yang sedikit dan kuat itu dapat memberikan khidmatdan manfaat. Maka terjadilah kasih sayang antara berbagai kelompokmanusia, hidup harmoni dan bahagia. Jadi sains dan teknologi tidakberdiri sendiri. Tuhan jadikan kekayaan, bahan-bahan, aset-aset, ilmupengetahuan, sains dan teknologi serta produk-produk yangdihasilkannya sebagai alat, sebagai perhubungan supaya lahir kasihsayang antara sesama manusia. Maka hiduplah manusia di muka bumiini dengan aman, damai, harmoni dan makmur.

Namun, manusia, yang memang pun digelar ‘insan’, yang artinyapelupa, kebanyakan manusia lupa bahwa alat-alat tersebut, baikberupa ilmu, teknologi ataupun aset bahan dan material, sebenarnyaAllah berikan untuk dijadikan alat berkasih sayang antar sesamamanusia. Padahal Allah yang Maha Pengasih, Penyayang, sentiasamengingatkan manusia sekurang-kurangnya lima kali sehari semalam.Di akhir ibadah asas penghambaan manusia kepada Allah, yaitusholat, Allah ingatkan manusia untuk memberi salam ke sebelah kiridan ke sebelah kanan. Seolah Allah ingatkan, ‘Lepas ini buktikanpenghambaan engkau kepada Ku dengan cara berkhidmat,menebarkan kasih sayang ke seluruh makhluk dengan menggunakanbekalan yang Aku beri.’

Malangnya manusia sering kalah dengan makluk lain dalammemanfaatkan bekalan yang Allah beri, sekalipun seorang saintisataupun teknolog. Kalau kita melihat burung, sejak dalam telur lagiAllah tahu apa keperluan burung itu. Bila sudah cukup lengkap alat-alat anggota tubuhnya, Allah ilhamkan pada burung itu untuk menetas.Bukan itu saja, Allah lengkapkan juga keadaan sekitar untuknya.Misalkan dijadikan adanya kasih sayang induk pada burung, hinggasebelum anak burung dapat mencari makan sendiri, si ibu akan pergimencari makan dan kembali ke sarangnya tanpa pernah salah di manaletak sarang tempat tinggal anaknya! Kita tidak dapat bayangkan kalauAllah tidak lengkapkan ini, maka matilah anak burung sebelum dapat menjadi besar

Setelah itu tidak lama kemudian, sayap yang tadinya basah lama-kelamaan menjadi kering, kemudian dia mencoba untuk terbang. Aneh,berbagai cara burung terbang. Dia tahu sayapnya sesuai untuk jenisterbang yang seperti apa. Ada yang

take off

secara vertikal, ada yangperlu berlari-lari kecil dahulu, dan lain-lain. Sedangkan burung tidakbelajar di ‘sekolah’. Siapa yang mengajarkan mereka dengan begituhebat? Sedangkan berjuta-juta burung dalam waktu bersamaan,sedang belajar. Patutnya itupun sudah cukup membuat seseorangtersungkur dihadapan Allah, Tuhannya. Tapi betapa malangnyamanusia, yang katanya sainsnya tinggi, teknologinya canggih, risetpuluhan tahun untuk membuat kapal terbang dengan meniru burungterbang, tidak sampai kepada rasa bahwa ada yang Maha Hebat yaituAllah.

Kalau diambil contoh yang sangat mudah, seorang ibu bilamelahirkan anak akan dilengkapkan dengan ASI (Air Susu Ibu). Tetapikarena hendak menjaga ‘body’, seorang ibu, bahkan ada yang saintisdan teknolog, tidak pun mau menyusukan anaknya. Akhirnya banyakyang timbul penyakit, juga kasih sayang ibu dan anak tidak menjadisubur bahkan mati. Kalaulah dia berperilaku sebagai hamba, ia akanbertanya pada Tuhan, bagaimana mengunakan alat-alat untuk menjagaanaknya. Bila rasa hamba tiada, jangankan hendak menjadi khalifahbagi orang lain, kepada anak sendiripun kasih sayang tidak menjadiperhatian baginya. Kalaulah rasa hamba ada pada seseorang, makadia akan merasa bahwa dirinya adalah hak Allah. Sains juga adalahhak Allah. Maka dia akan gunakan sains dan dirinya menurut apa yangAllah kehendaki.

Begitulah pentingnya rasa hamba pada manusia. Bila rasa hambasudah tiada, maka dia akan sombong, zalim, menyalahgunakan kuasa.Segala kekayaan ilmu, khazanah sains dan ekonomi yang Tuhan bagiyang patutnya digunakan untuk kasih sayang, dia akan ambilkepentingan diri. Jadi alat-alat yang Tuhan bagi itu bukan untuk Allahlagi dan bukan untuk manusia tapi untuk kepentingan diri dan monopoli.Akhirnya jadi manusia yang sombong. Inilah yang berlaku sejak duniaada. Sombong sampai saat ini. Jarang seorang hamba dapatmengekalkan sifat hamba. Jika tidak dapat mengekalkan sifat hamba,bila mereka menguasai pentadbiran atau pemerintahan, maka merekamenyalahgunakan kuasa, akhirnya mereka akan menyalahgunakan alat-alat yang Allah bagi.

Jadi menurut Islam, sains dan teknologi berperanan agar manusiasemakin kenal, cinta dan takut Allah, merasakan kehebatan Allah dandapat berkasih sayang sesama makhluk, khususnya sesama manusiadengan sharing aset, kekayaan, ilmu pengetahuan, sains, teknologidan peradaban material yang dibangunkannya. Indahnya cara hidupIslam ini.

Jadikan Allah sebagai Pendorong MembangunSains dan Teknologi

Dalam bab 2 (dua) telah diuraikan bahwa kebanyakan umat Islammembangunkan sains dan teknologi karena mabuk ilmu, mengejarharta, jabatan, nama, agar tidak bodoh serta karena bangsa dan negara.Tidak ada atau hampir tidak ada yang betul-betul karena AllahTuhannya, yang inginkan cinta dan takutkan Allah. Maka tidak heranAllah berlepas tangan dan tidak membantu mereka. Ilmuwan danteknolog Islam tidak dibantu Allah. Mereka tidak diberi ilmu atau idea-idea oleh Allah dalam kajian atau analisa mereka. Sama seperti orangbukan Islam, mereka juga hanya menggunakan usaha lahiriah dankajian akal untuk membangun sains dan teknologi. Akhirnya merekatertinggal jauh dibanding ilmuwan dan teknolog bukan Islam. Karenamemang Allah sudah menentukan, bila umat Islam ingin berhasil, makajalannya adalah taqwa.Kita umat Islam dalam menuntut, mencari dan mengembangkanilmu dan teknologi mesti karena Allah Taala. Kita mesti menjadikansemua aktifitas hidup kita termasuk membangun ilmu dan teknologisebagai ibadah dan perjuangan di jalan Allah SWT. Kita mestimenjadikan Allah sebagai pendorong kehidupan dan perjuangan kitasehari-hari, termasuklah perjuangan dalam membangunkan bidangsains dan teknologi.

Setiap perjuangan, lazimnya terbagi tiga . Pertama ialah peringkatkesadaran, kedua ialah peringkat pengorbanan dan ketiga ialahperingkat pencapaian nikmat atau peringkat kesuksesan. Untukmencetuskan perjuangan, pendorong-pendorongnya mestilah ditanamdiperingkat kesadaran. Pendorong atau motivasi ini mestilah sesuatuyang dapat memperkuat rasa kesadaran hingga tujuan perjuangan itutertanam dengan padu di dalam jiwa.

Dengan rasa kesadaran yang begitu kuat di jiwa akan membawaperjuangan ke peringkat pengorbanan. Ketika inilah apa saja akandikorbankan hatta harta dan nyawa sekalipun untuk mencapai tujuan.Di peringkat inilah perjuangan sebenarnya dimulai sampai tujuandicapai. Ketika tercapainya tujuan, perjuangan masuk ke peringkatkejayaan atau peringkat nikmat. Di peringkat inilah segala bentuk nikmatakan diperoleh, harta kekayaan, pangkat, pembangunan material dansebagainya.

Apa yang ingin dikemukakan di sini ialah bahwa setiap perjuanganitu tidak akan bermula kalau tidak ada pendorong yang baik diperingkatkesadaran. Kalau ‘impact’ pendorong ini tidak dapat dirasakan dantidak dapat menimbulkan kesadaran, maka susah untuk menarik orangberjuang dan kalau adapun orang berjuang, maka ia hanya ikut-ikutansaja. Orang seperti ini tidak berani berkorban.Misalnya, manusia berjuang menegakkan bangsa dan negaranyakarena didorong oleh rasa kesadaran bahwa kaumnya dan negaranyatelah tertindas dan terjajah ataupun tertinggal jauh dalam bidang sainsdan teknologi. Dengan dorongan yang kuat ini, seorang akan sanggupbekorban apa saja untuk menjayakan tujuan perjuangan itu. Cuma, diaakan menghitung-hitung balasan dari perjuangan itu apabilakeberhailan sudah dicapai dan nikmat telah melimpah-ruah.Sanggupkah orang yang demikian berhadapan dengan nikmatkejayaan, kekayaan, pangkat dan pujian?Pendorong yang dikehendaki dalam perjuangan menegakkankalimah Allah mestilah lebih kuat dari sekadar bangsa dan negara.Dengan ini sajalah, seseorang yang berjuang itu tidak akanmemperhitungkan balasan yang akan diperolehnya hasil dariperjuangannya itu. Dia akan sanggup mengorbankan segala hartanyahatta nyawanya sekalipun.

Perjuangan menegakkan kalimah Allah tidak ada batasnya. Setiapdetik umur kita merupakan perjuangan. Dengan kata lain, seluruh tindaktanduk kehidupan kita adalah perjuangan. Untuk melaksanakan setiapyang Allah perintahkan kepada kita adalah satu perjuangan dan begitujugalah dengan menjauhkan setiap larangan Allah kepada kita. Artinya,kita terpaksa berjuang mendirikan shalat, berpuasa, membayar zakat,menunaikan haji dan sebagainya. Kita perlu berjuang melahirkan akhlakyang terpuji dalam diri kita serta kita juga perlu berjuang mengikissegala akhlak yang keji. Kita perlu berjuang membangunkan kehidupanmengikut cara Islam di dalam rumah tangga kita dan masyarakat. Kitaperlu berjuang menuntut ilmu, mengkaji dan mengembangkan sains,teknologi dan ilmu-ilmu lain sebagai asas untuk membangunperadaban lahir dan batin dalam masyarakat.Jadi perjuangan kita tidak akan habis hinggalah kepada peringkatnegara dan internasional. Semua ini memerlukan pengorbanan yangpaling berat. Karena itulah perjuangan ini memerlukan pendorong yangkuat.

Apakah yang mendorong umat di zaman Rasulullah dapatberjuang menegakkan kalimah Allah walaupun jumlah mereka tidaksebanyak umat Islam hari ini. Umat Islam hari ini, tidak berupaya membangunkan kalimah Allah walaupun di dalam dirinya. Mengapakahdemikian? Jawabnya, yang menjadi pendorong perjuangan kepadaumat-umat di zaman Rasulullah hingga membawa kepada tertegaknyakalimah Allah di Madinah dan Kota Mekah ialah iman, cinta dan takutkepada Allah.

Rasulullah SAW memupuk kesadaran umat di Kota Mekah padamasa itu dengan meningkatkan iman. Dan ini Rasululullah SAWmelakukannya selama lebih kurang 13 tahun. Tidak ada perintah lainyang disampaikan kepada umat ketika itu melainkan hanya mengajakmereka beriman kepada Allah; kenal, cinta dan takutkan Allah, takutkanneraka Allah serta cintakan syurga Allah. Akhirnya, kemana saja parasahabat pergi mereka memiliki iman yang tebal dan rasa bertuhanyang tajam. Hanya dengan kekuatan iman yang mendalam sajalah,baru umat Islam dapat melaksanakan perintah-perintah Allah sertamenjauhkan dari larangan Allah di samping berjuang menegakkankalimah Allah di muka bumi.

Hasil dari dorongan iman yang kuat itulah, maka umat Islamgiat belajar menuntut ilmu, sains dan teknologi dan kemudianmembangun tanpa mengharap bayaran atau balasan jasa darimanusia, bangsa dan negara. Akhirnya terbangunlah peradabanIslam yang unggul, indah, aman, damai, selamat dan menyelamatkanserta mendapat keampunan Allah. Allah memuji mereka dsalam AlQur’an sebagai sebaik-baik umat manusia yang pernah wujud di duniaini. Islam cepat berkembang dan merebak ke seluruh pelosok bumiAllah dengan kasih sayang. Dalam masa 23 tahun saja Mekah danMadinah selesai di-Islamkan. Dan hingga kepada pemerintahanSayidina Umar, tiga perempat dunia ini telah berhasil ditundukkanoleh Islam. Mereka pun menyerah diri kepada pejuang Islam karenamerasa aman, damai, harmoni dan makmur hidup di bawahpemerintahan Islam.

Jadi semua aktifitas sains dan teknologi mesti bermula darimenghidupkan roh (hati), sebab itu tidak akan sesat. Roh (hati) yangakan mengawal.  Buktinya Allah datangkan Rasulullah SAW pada bangsayang tidak maju dan tidak berperadaban. Kalaulah Rasulullah SAWdatang pada bangsa Romawi dan Parsi yang waktu itu sudah majusains dan teknologinya, nanti orang akan mengatakan Rasulullah tidakmampu mencerdaskan manusia sebab dia turun pada kaum yangsudah maju. Orang akan mengatakan Rasulullah hanya mampumemperkenalkan Tuhan tapi tidak mampu membuat pembangunandan kemajuan.Rasulullah SAW diturunkan Allah bukan saja pada bangsa yangterbelakang dari semua aspek kehidupan, bahkan sebagian besar umatdi waktu itu tidak tahu menulis dan membaca. Tapi dengan datangnyaRasulullah SAW, mereka bukan saja menjadi bangsa yang tauhidnyakuat, ibadah dan akhlaknya luar biasa, tetapi akalnya terbuka. Lahirlah bermacam-macam ilmu. Itulah hasil menajamkan roh (hati). Di sampingmanusia berakhlak tinggi, kemajuannya pun tinggi dan canggih. Kalauhanya pandai, tapi roh (hati) tidak dibangunkan maka akan sepertihewan atau syaitan. Kepandaian akan disalah gunakan, seperti orangjahat dapat senjata.

Nabi Sulaiman ketika melihat ahli sainsnya berjhasil memindahkanistana Ratu Balqis dari Yaman ke Palestin dalam sekelip mata, iabertanya pada dirinya, “

Ya Allah adakah aku syukur atau kufur atasnikmatMu ini?”

Dia ini seorang rasul, tapi nampak begitu cemasnyahati dia bila mendapatkan suatu anugerah dari Tuhan. Cemas tidakdapat bersyukur kepada Allah. Apalagi manusia biasa seperti kita,setiap kali mendapatkan sesuatu yang baru dari Allah, patutnya kitalebih cemas lagi dari itu.

Bila manusia tidak faham kedudukan sains dan teknologi dalamkehidupan, maka ia sering memandang hebat kepada para saintisyang membuat kajian hingga mendapatkan penemuan-penemuanbaru. Sedangkan mereka tidak merasa kehebatan Allah. Padahal apalahistimewanya. Para saintis mengkaji dan menemukan suatu teoriPara saintis mengkaji dan menemukan suatu teoriPara saintis mengkaji dan menemukan suatu teoriPara saintis mengkaji dan menemukan suatu teoriPara saintis mengkaji dan menemukan suatu teoriatau benda yang memang sudah ada dan wujudatau benda yang memang sudah ada dan wujudatau benda yang memang sudah ada dan wujudatau benda yang memang sudah ada dan wujudatau benda yang memang sudah ada dan wujud. Merekamenemukan sistem peredaran tata surya, planet-planet, galaksi-galaksi, sistem peredaran darah manusia, metabolisma manusia, hewandan tumbuhan, berbagai jenis flora dan fauna, berbagai jenis virus,bakteri dan kuman serta vaksin untuk menyembuhkannya dan lain-lain.Benda-benda ini sudah ada dan wujud di dunia ini, maka seolah-olahpara saintis mencari dan kemudian menemukan sebuah barang yanghilang. Apalah hebatnya. Macam seorang anak kecil yang pernahkehilangan uang Rp 1000, kemudian ketika dia mencari-cari jumpauang itu. Hebatkah ini?

Yang hebat itu bila para saintis dapat menciptakan ataumengadakan makhluk atau benda dari sesuatu yang awalnyanya tidak wujud. Misalnya kita kumpulkan ahli sains sedunia untuk membuatkatak atau sebiji pasir, tapi bukan dari benih katak atau bahan-bahanyang sudah ada. Nyatalah bahwa mereka selama ini hanya menemukantapi kemudian bangga dengan penemuannya dan lupa dengan Allah.Mampu membuat robot, tapi kemudian lupa bahan-bahan robot ituberasal dari mana. Kalau dia dapat membuat bahan-bahan itu daritidak ada baru hebat.

Sepatutnya semakin banyak penemuan-penemuan yang Allahanugerahkan, manusia semakin bertambah rasa cinta dan takut kepadaAllah serta rasa kehambaannya. Semakin tersungkur di hadapan Allah,Tuhannya.

Keunggulan Ilmuwan Yang Mendapat Ilmu Atas DasarTaqwa

Banyak kitab-kitab dulu menceritakan bagaimana pengalamanorang-orang salafussoleh mendapat ilmu atas dasar hikmah atautaqwa. Atau kitab-kitab karangan ulama muktabar menunjukkan merekamendapat ilmu laduni. Diantara ulama yang memperolehi ilmu laduniatau ilmu ilham ini disamping ilmu melalui usaha ikhtiar adalah sepertiImam-Imam Mazhab yang empat, ulama- ulama Hadith – Imam Bukhari,Imam Muslim, Imam Al Ghazali, Imam Nawawi, Imam Sayuti, SyeikhAbdul Kadir Jailani, Junaid Al Baghdadi, Hassan Al Basri, Yazid Bustami,Ibnu Arabi dan lain-lain lagi. Dalam bidang sains dan teknologi, sejarahmencatat nama-nama Mimar Sinan, Ar Radzi, Sultan Muhammad AlFateh, Ulugh Beg dan lain-lain yang karena ketaqwaan mereka, Allahtelah anugerahkan berbagai ilmu yang canggih kepada mereka.

1. Imam Al Ghazali – Mujaddid yang Juga Saintis

Nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad ibnMuhammad al-Ghazali. Beliau dilahirkan pada tahun 1058 diTus, Khurasan yang merupakan sebuah propinsi dari Persia(Iran sekarang) dan meninggal pada tahun 1111 dalam usia53 tahun. Imam Ghazali dikenal sebagai salah seorang ulamaIslam terbesar di sepanjang zaman. Beliau pernah menjadipengajar di Maahad Nizamiyyah di Baghdad (1091-1096) yangmerupakan sebuah institusi pendidikan yang tertinggi danpaling berprestij di zaman keemasan peradaban Islam. Ribuanulama dari seluruh dunia Islam belajar dan menjadi muridnyadi waktu itu. Kedudukan dia begitu mulia, kaya dan dihormatilebih dari seorang pangeran dan pejabat tinggi pemerintahan.Tapi pada satu hari dia tinggalkan semua kemuliaan dankehormatan itu untuk menjalani kehidupan sebagai orang Allahdan bersuluk di Kubah Masjid Umawi.

Beliau bukan sekadar pakar ilmu tauhid, fikih dan tasawuf.Walaupun umurnya pendek saja yaitu sekitar 53 tahun, tapibeliau banyak menulis kitab dalam berbagai bidang ilmu :ushuludin, tasawuf, usul fiqih, sains, kedokteran, filsafat danlain-lain. Dalam

Maqasid al-Falasifah

, Al-Ghazali membagisains ke dalam 4 kategori utama : mathematical (al-riyadiyyat),logical (al-mantiqiyyat), natural (al-tabi‘iyyat) dan metaphysical(al-ilahiyyat).

Sedangkan sains politics, economi dan ethicsmenjadi bagian dari sains metaphysics. Beliau jugamempunyai pandangan dan tulisan tentang mathematics,geometry dan arithmetic.Beliau mula mengarang selepas habis saja bersuluk di KubahMasjid Umawi di Syam atau di Syria sekarang ini. Umurnyawaktu itu sekitar 40 tahun. Artinya dalam hidupnya diamengarang sekitar 13 tahun. Tetapi dalam waktu yang pendekini ia sempat mengarang sekitar 300 buah kitab yang tebal-tebal, yang menguraikan bermacam-macam jenis ilmupengetahuan. Termasuklah kitab yang paling masyhur ialahIhya Ulumiddin, kitab tasauf – ada dua jilid tebal- tebal dan AlMustosyfa, – ilmu usul fiqh yang agak susah difahami.Coba anda fikirkan, bolehkah taraf kita ini menulis macammereka itu. Kalau seseorang itu bagaimana genius sekalipunotaknya, tidak mungkin dalam masa 13 tahun dapatmenghasilkan 300 buah kitab-kitab tebal. Selain itu isinyabelum pernah ditulis dan diuraikan oleh ulama atau ilmuwansebelum dia. Artinya setiap 2 minggu dia menghasilkan satukitab. Kalau bukan karena dibantu dengan ilmu laduni, yakniilmu tanpa berfikir terus saja Allah jatuhkan ke hati dan terusditulis, tidak mungkin ia dapat menulis kitab begitu banyakyang memuat hal-hal yang baru yang belum pernah ditulisatau dikaji oleh ulama-ulama senbelum dia. Dalampengalaman kita, kalau ilmu hasil berfikir dan mengkaji macamprofesor-profesor dan PhD sekarang ini, dalam tiga-empattahun baru dapat satu tesis. Katalah satu buku mengambilmasa tiga-empat tahun. Artinya kalau 13 tahun baru dapatempat buku. Sangat berbeda dengan Imam Ghazali yangmencapai 300 buah kitab yang tebal-tebal.Diantara kitab-kitab yang ditulis Imam Ghazali adalah : Teologi

  • al-Munqidh min al-dalal
  • ·al-Iqtisad fi’I-i‘tiqad
  • ·al-Risala al-Qudsiyya
  • ·Kitab al-arba’in fi usul al-din
  • ·Mizan al-’amal
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s