Tagged: bahan ajar

Indonesia dan Thailand Susun Materi Ajar Bersama

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menjalani pelajaran praktik budidaya tanaman. Sekolah ini merupakan sekolah menengah kejuruan bidang pertanian, khususnya dalam hal agribisnis, tanaman pangan, dan hortikultura.

NAKHON RATCHASIMA, KOMPAS.com - Kerja sama di bidang pendidikan kejuruan antara Indonesia dan Thailand saat ini semakin diperdalam guna mendukung Komunitas ASEAN 2015. Salah satu bentuknya adalah menyusun materi pembelajaran yang dapat diimplementasikan bersama oleh sekolah ataupun perguruan tinggi di kedua negara.

Untuk menyusun materi pembelajaran bersama, sejumlah guru dan kepala sekolah dari Indonesia bertemu langsung dengan para pemimpin perguruan tinggi dari Thailand.

Pertemuan itu difasilitasi Organisasi Kementerian Pendidikan Se-Asia Tenggara dan Komisi Pendidikan Vokasi Thailand, seperti dilaporkan wartawan Kompas Runik Sri Astuti dari Provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand, Rabu (6/3).

”Ada 31 sekolah kejuruan dan 3 universitas dari Indonesia yang sedang merumuskan materi pembelajaran bersama dengan 40 perguruan tinggi dari Thailand. Targetnya maksimal September 2013 materi pembelajaran bersama itu sudah bisa diterapkan di sekolah masing-masing,” ujar Direktur SEAMOLEC Gatot Hari Priowirjanto.

Kerja sama kolaboratif pendidikan kejuruan antara Indonesia dan Thailand dikembangkan sejak 2008 dan memasuki tahap lanjut pada 2013. Kerja sama ini dijalin menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Sebab, teknologi ini memiliki sejumlah kelebihan, yakni berbiaya rendah dan dapat diakses oleh semua siswa dari berbagai strata ekonomi.

Sebelumnya, kerja sama kolaboratif pendidikan dilakukan melalui program pertukaran guru dan siswa. Program ini dinilai kurang efektif dan efisien karena memiliki jangkauan yang terbatas dan berbiaya mahal. Contohnya, untuk mengirimkan satu pelajar magang ke luar negeri butuh biaya minimal Rp 6 juta.

Dengan teknologi informasi, kerja sama pendidikan dapat dijalin melalui sistem daring (online). Sistem ini memungkinkan guru dan siswa dari kedua negara, bahkan banyak negara, berinteraksi melalui dunia maya dengan beragam fasilitas, seperti blog, situs, jejaring sosial, dan format lain.

Gatot mengatakan, pendidikan jarak jauh berbasis teknologi informasi menjadi keharusan pada era kini.

Komunitas ASEAN 2015

Duta Besar Indonesia untuk Thailand Lutfi Rauf mengatakan, Thailand merupakan negara yang mempersiapkan generasi mudanya dengan baik, menyongsong Komunitas ASEAN 2015. Hal itu tecermin melalui program pemberian komputer jinjing gratis kepada siswa sejak di sekolah dasar.

Persiapan menyongsong Komunitas ASEAN 2015 di mata Thailand sangat penting. Penasihat OVEC Thailand Sambat Saengsawang Sujjakul mengatakan, Komunitas ASEAN 2015 memiliki dampak luar biasa di bidang pembangunan ekonomi sehingga harus dipersiapkan dengan baik supaya Thailand dapat mengambil manfaat secara maksimal.